Mungkinkah Watak Kewarganegaraan Bisa Berubah?

Mata pelajaran PPKn merupakan mata pelajaran yang sangat dekat bahkan harus dijiwai oleh pendidikan karakter. Menurut Branson sebagaimana dikutip oleh Winanrno (2013: 107) komponen utama pendidikan kewarganegaraan yang perlu diajarkan kepada peserta didik mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan/kecakapan kewarganegaraan (civic skills) dan sikap/watak kewarganegaraan (civic disposition).

Akan tetapi apakah watak atau karakter seseorang atau warga negara bisa berubah? Jawabannya watak dapat berupah melalui proses. Atau berubah cepat apabila ia mendapat hidayah dari Tuhan. Sebagai pendidik, saya ingin mengubah watak siswa yang belum baik, belum dewasa, dan belum stabil menjadi baik, stabil dan dewasa.

Dari ketiga komponen tersebut, civic disposition atau pengembangan sikap atau watak kewarganegaraan sesuai dengan pendidikan karakter yang akan mendasari komponen civic knowledge dan civic skills. Civic disposition sering dikenal sebagai nilai-nilai kewarganegaraan atau civic values. Materi-materi pembelajaran PPKN yang termasuk dalam komponen civic knowledge dan civic skills perlu sejalan atau seiring dengan pendidikan karakter sehingga tujuan pembelajaran PPKN dapat tercapai.

Setiap peserta didik dengan menerima pembelajaran PPKN diharapkan memiliki kompetensi kewarganegaraan karena pada dasarnya manusia merupakan pribadi yang cerdas. Menurut Gardner (1993) manusia memiliki multi kecerdasaan (multiple intelligences) antara lain (1) kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional); (2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berfikir runtut); (3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama); (4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mental tentang realitas); (5) kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus); (6) kecerdasan intra-personal (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan rasa jati diri); dan (7), kecerdasan interpersonal (social). Kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain dan memperlihatkan empati dan pengertian, memeperhatikan motivasi dan tujuan mereka.

Menurut Winarno (2013: 177) watak kewarganegaraan atau civic disposition menunjuk pada karakter publik dan karakter privat. Karakter privat seperti tanggung jawab moral, disiplin, dan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia dari setiap individu. Sedangkan karakter publik kepedulian warga negara, kesopanan, mengindahkan aturan main (rule of law), berpikir kritis, kemauan untuk mendengar, bernegosiasi dan berkompromi.

Sedangkan menurut Budimansyah (2008) karakter publik dan karakter privat dideskripsikan sebagai berikut:
Menjadi anggota masyarakat yang independen.
Memenuhi tanggung jawab personal kewarganegaraan di bidang sisial dan politik.
Menghormati harkat dan martabat kemanusiaan tiap individu.
Berpartisipasi dalam urusan-urusan kewarganegaraan secara efektif dan bijaksana.
Mengembangkan berfungsinya demokrasi konstitusional secara sehat.

kelompok siswa 2

Berdasarkan Standar Isi dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 dapat diidentifikasi sejumlah nilai atau karakter warga negara yaitu:
Memiliki semangat kebangsaan.
Memiliki karakter demokratis.
Memiliki kesadaran bela negara.
Menghargai hak asasi manusia.
Sikap menghargai kemajemukan bangsa.
Kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup.
Memiliki tanggung jawab sosial.
Ketaatan pada hukum.
Ketaatan dalam membayar pajak.
Sikap anti korupsi, kolusi dan nepotisme.
Semoga generasi emas Indonesia 2045 merupakan warga negara Indonesia yang berintegritas atau berkarakter kewarganegaraan Indonesia yang mampu membanggakan guru dan rakyat. Membanggakan karena berbudi dan berprestasi tinggi serta dapat mengharumkan nama Indonesia seharum bungan Melati yang tumbuh di taman-taman Indonesia. Amin.

Leave a Reply