Bakti untuk Negeri

Nusantara, merupakan sebutan terhadap wilayah kepulauan negara Indonesia yang berarti diantara pulau-pulau. Istilah yang dipopulerkan oleh Gajah Mada pada jaman Majapahit. Sebagai satu kesatuan Nusantara, maka diperlukan manajemen yang baik dalam menyikapi luasnya wilayah dan beraneka ragamnya perbedaaan. Selain itu sosialisasi nilai-nilai Pancasila sebagai nilai dasar atau nilai fundamental diperlukan agar kita dapat terus up to date.

Nilai persatuan ini dapat diwujudkan dengan partisipasi segenap rakyat dalam mengisi kemerdekaan yang telah berusia 69 tahun ini. Juga menjaga dan merawat NKRI seagai titipan dari para pejuang pahlawan kita. Negara ini dilahirkan dengan keringat, air mata dan darah yang tumpah ke pangkuan ibu pertiwi. Maka sudah seharusnya kita berbuat yang terbaik bagi negeri ini.

Tantangan untuk mewujudkan pergaulan yang berbhinneka tunggal ika memang banyak karena kita hidup dalam pluralitas masyarakat. Pluralitas ini tidak dapat kita tolak karen asudah takdir atau given. Toleransi dan pengendalian diri merupakan sikap dan perilaku yang sangat sesuai bagi pergaulan yang beraneka ragam latar belakang budaya, agama, bahasa, adat, dsb.

Kita dituntut berperan serta mewujudkan persatuan dan kedamaian berdasarkan nilai-nilai Pancasila menurut profesi kita masing-masing. Bakti untuk negeri membutuhkan partisipasi langsung, bukanlah diam. Berikut adalah salah satu contoh gerakan mewujudkan kesehatan yang baik bagi rakyat oleh Pencerah Nusantara.  

Pencerah Nusantara, Apakah itu? (dok: www.youtube.com)

Berdasarkan hal-hal di atas, dapat disimpulkan bahwa kelanjutan Nusantara atau nasib Indonesia berada ditangan kita sendiri sebagai bangsa dan rakyat. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak video berikut tentang Nasib Bangsa Indonesia berada di tangan kita sendiri.

 Nasib Bangsa Indonesia ditangan Kita Sendiri oleh Sweet Luvianto (dok: www.youtube.com)

Leave a Reply