• Macet Cepatlah Berlalu

    Setelah mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada pukul 15.15 WIB, Jum’at, 4 September 2015, kami menggunakan taxi menuju ke sebuah hotel di Jalan Wahid Hasyim. Apa yang terjadi? Wah, keluar dari area bandara saja perlu waktu 30 menit. Sampai di tempat tujuan pukul 18.55 WIB. Luar biasa macetnya. Setelah chek in di hotel, langsung kurebahkan badan di tempat tidur sambil berpikir, “kok bisa ya”.

    [Read More…]

  • Kreativitas Membangun Kota Yang Berbudaya

    Salah satu gelombang industrialisasi awal abad XXI adalah perkembangan industri kreatif. Sebuah gelombang yang telah terbukti mampu menghasilkan pendapatan secara signifikan bagi pegiat industri kreatif maupun bagi negara. Masyarakat atau negara yang mengabaikan gelombang industri ini dan tidak respek maka akan tertinggal dan hanya menjadi penonton atau konsumen. Revolusi industri dengan berbagai perusahaannnya dan revolusi industri telekomunikasi akan segera surut karena berbasis bahan baku atau sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Pembangunan industri kreatif di kota Semarang sesuai dengan program 100 Resilient Cities-Semarang untuk mewujudkan Kota Semarang yang tangguh.

    Apakah sebenarnya industri kreatif itu? Menurut Kementerian Perdagangan Indonesia bahwa industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Oleh karena itu industri ini tidak akan kehabisan bahan baku atau sumber daya karena berbasis pada kreativitas. Kreativitas akan menghasilkan produk, jasa, ataupun gabungan keduanya.

    Negara yang sudah konsen dengan industri kreatif ini misalnya Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan sebagainya. Pendapatan dari ekspor Amerika Serikat salah satunya dari besarnya keuntungan industri kreatifnya. Hal ini wajar sebab industri perfilman, musik, dan hiburan telah berkembang lama dan mampu menjadi leader dan trendsetter dunia. Korea Selatan sebagai pendatang baru cukup intens dan konsen membina industri kreatif dalam sektor perfilman dan musik. Meledaknya penjualan album Gangnam Style dan popularitasnya di dunia merupakan bukti nyata sebuah jasa hasil dari industri kreatif yang didukung oleh pemerintah secara langsung dan terencana.

    Membina Industri Kreatif

    Suksesnya pembangunan industri kreatif dapat dilihat dari pola pembinaannya sejak awal. Rumah atau keluarga dapat disebut sebagai tempat awal talenta kreatif dikembangkan. Namun ini sangat bergantung pada profesi orang tua dan lingkungan masyarakatnya agar skill atau kemampuan kreatif dapat diturunkan. Contohnya apabila orang tuanya seniman atau artis maka seringkali anak keturunannya ada yang menjadi seniman atau artis. Namun bagaimana kalau orang tua atau rumah tidak mendukung seperti di atas?

    Jawabannya adalah sekolah. Sekolah merupakan kawah candradimuka untuk menggodok anak bangsa memiliki karakter yang baik dan skill yang diinginkan. Seiring dengan penerapan kurikulum 2013 terdapat mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan di SMA. Sedangkan di SMK sudah ada mata pelajaran yang berkaitan dengan keahlian kreatif seperti komputer, grafis, seni, jasa, dan sebagainya.

    Mata pelajaran seperti seni budaya, prakarya, TIK, dan multimedia dapat menghasilkan produk atau karya industri kreatif. Apa sajakah produk atau jasa industri kreatif yang dapat dihasilkan dari mata pelajaran di sekolah ini:
    1. Kerajinan atau handmade. Berbagai kerjinan yang dapat dibuat seperti sepatu bergambar, tas unik, gantungan kunci, jam, merchandise, dan sebagainya.
    2. Desain. Karya desain meliputi desain grafis, desain web, animasi, dan sebagainya. Bagi SMK ini merupakan ladang dan kesempatan bagus. Desain website merupakan usaha kreatif yang sekarang ini banyak dicari. Belum lagi karya animasi dan game dari aplikasi komputer sangat dicari oleh vendor seluler maupun industri perfilman.
    3. Video, film, iklan TV dan fotografi. Pembuatan video yang berupa film, iklan, dokumentasi even sangat diperlukan. Apabila ini ditekuni dengan serius akan menjadi usaha kreatif yang menghasilkan.
    4. Game atau permainan interaktif. Game dari komputer maupun android dapat dibuat sendiri atau tim oleh siswa. Kita tahu seorang remaja pembuat game angry birds di Vietnam sekarang menjadi jutawan hanya karena gamenya di beli salah satu vendor seluler dan dijadikannya game online. Kita juga melihat seorang remaja Australia, Ben Pasternak menciptakan game “Imposible Rush” yang telah diunduh sampai 500.000 kali sehingga dilirik raksasa teknologi internet seperti Google, Yahoo dan Facebook.
    5. Musik, baik dari segi pertunjukannya maupun penciptaan lagu.
    6. Penerbitan dan percetakan. Kegiatan ini terkait dengan penerbitan cerpen, novel, majalah, dan sebagainya.
    7. Gambar karikatur, komik dan poster.

    Nah … apakah di Semarang sudah ada pembinaan terhadap industri kreatif ini? Industri kreatif di Semarang seharusnya tidak tertinggal dari kota-kota lain di Indonesia. Dukungan dan support dari pemerintah terutama terhadap pemasaran sangatlah penting. Memang pemerintah kota Semarang sudah sering mendukung adanya pentas musik seperti Jazz ngisor ringin, jazz di balai kota, dll. Namun itu masih kurang. Adanya event industri kreatif masih kurang seperti pentas film Semarang …. belum ada kan?

    Oleh karena itu pemerintah perlu merangsang berkembangnya komunitas industri kreatif yang produktif.

    Gambang Semarang sebagai Karya Kreatif

    festival gambang semarangan3
    Tari Gambang Semarang dalam Festival
    Gambang Semarang 2014 (dok gambar: dotsemarang.com)

    Bagi warga kota Semarang, Gambang Semarang sudah tidak asing lagi. Sejak tahun 2000, kesenian ini mendapat perhatian lebih dari Walikota Semarang. Terbukti dengan adanya berbagai pementasan resmi dalam rangka ulang tahun Kota Semarang, festival gambang Semarang, maupun acara-acara resmi seperti menyambut wisatawan, pawai pembangunan, dugderan, dsb.
    Kesenian ini pernah jaya pada jaman penjajahan Belanda, berjaya pada tahun 1945, meredup lagi, dan bangkit sekira tahun 2000. Bagaimana itu bisa terjadi?

    Gambang Semarang merupakan salah satu kesenian khas di Kota Semarang yang menggabungkan antara tari dan lagu atau gamelan Jawa (juga bisa dengan iringan musik modern, menyesuaikan dengan perkembangan jaman). Pemerintah Kota Semarang berusaha terus melestarikan dengan berbagai kegiatan agar lebih dikenal dan memiliki generasi penerus. Terbukti dengan diselenggarakan Festival Gambang Semarang di Mal Ciputra, Selasa, 26 Agustus 2014. Antusias peserta cukup besar, 16 kelompok perwakilan dari berbagai kecamatan di Kota Semarang berpartisipasi. Tarian yang dimainkan oleh 4 orang ini dibawakan dengan luwes, dengan kriteria penilaian yaitu kreatifitas, wiraga, wirama dan wirasa.

    gambang semarang 2
    Pementasan Tari Gambang Semarang di Polder Tawang Searang 2014
    (dok gambar: dotsemarang.com)

    gambang semarang1
    Pementasan Tari Gambang Semarang di halaman Balaikota Semarang
    (dok gambar: suaramerdeka.com)

    Sejarah Gambang Semarang

    Gambang Semarang sudah ada sejak tahun 1930. Yang mengawali kesenian ini adalah orang asli Semarang dan etnis keturunan Tionghoa yang ada di Semarang yang bertempat di gedung Bian Hian Tiong di Gang Pinggir. Jenis alat musik yang digunakan antara lain kendang, bonang, kempul, gong, suling, kècrèk, gambang dan alat musik gesek konghayan atau tohyan juga menggunakan penyanyi. Pengagas kesenian ini adalah Toako Lie Hoo Soen, seorang kepercayaan raja gula Asia Tenggara Oei Tiong Ham (Suara Merdeka, 8 Desember 2010). Pertama dipentaskan pada tahun 1930 di gedung Bian Hian Tiong di Gang Pinggir Semarang. Kesenian ini merupakan penggabungan antara budaya pribumi Semarang dengan etnis Tionghoa.

    Tahun 1945 merupakan masa kejayaan Gambang Semarang sehingga melahirkan ikon Kota Semarang di bawah pimpinan Nenny dan Mpok Royom. Pada saat pementasan di Magelang Jawa Tengah di bombardir oleh tentara Jepang sehingga paguyuban kesenian menjadi bubar. Pimpinan paguyuban ikut hilang tidak tahu rimbanya. Tahun 1950 berusaha bangkit lagi namun tetap susah karena sudah lama hilang dari pementasan. Juga mulai kalah bersaing dengan kesenian lain yang lebih populer saat itu.

    Lagu Gambang Semarang

    Lagu dalam tarian gambang semarang awalnya mirip dengan lagu Gambang Kromong dari Jakarta. Untuk menyesuaikan dengan budaya lokal dan perkembangan jaman maka lagunya disesuaikan, yaitu dengan lagu bahasa Jawa, Betawi, Tionghoa atau Mandarin. Namun di jaman sekarang ditambah denga lagu-lagu pop Jawa.

    Berikut ini adalah salah satu contoh lagu (berbahasa Indonesia) yang sering dijadikan irama dalam pementasan tari Gambang Semarang:

    Tari Gambang Semarang oleh SMA N 1 Jekulo (dok: youtube.com)

    Menurut Yoyok Priyambodo, pemilik sanggar tari ‘greget’ yang juga penggagas modernisasi tari Gambang Semarang (Suara Merdeka, 8 Desember 2010), “tarian rasa baru dari ‘Gambang Semarang’ sejauh ini masih tetap mengedepankan keasliannya”. Dituturkannya, Semarang yang berada di daratan pulau Jawa dan dikelilingi lautan, daratan, dan pegunungan, menjadi inspirasi yang ditularkan pada gerakan pakem tari “Gambang Semarang”, baik gemulainya gerak tangan hingga kaki.

    Tak sekedar menyuguhkan goyang sensualitasnya, namun esensi dari tarian indah yang kini ditarikan sejumlah penari profesional itu benar-benar diperdalam, sebagai perwujudan inspirasi dari topologi dan kebudayaan warga Semarang. Salah satunya menceritakan kehidupan perekonomian warga Semarang di pasar Yaik, yang tergambar jelas dari tarian Gambang Semarang berjudul sama, “Pasar Yaik”, jelas Yoyok lagi.

    Memang ditengah kuatnya arus globalisasi yang membawa masuknya budaya asing dan juga tantangan besar tahun 20015 dengan ASEAN Economic Community maka pelestarian budaya lokal seperti Gambang Semarang sangatlah penting. Upaya pelestarian dengan mengajarkannya kepada anak-anak dan generasi muda sangat tepat supaya mereka mengenal, mencintai dan mau berlatih tarian ini. Langkah Pemerintah Kota Semarang dengan upaya pelestariannya dengan menyelenggarakan festival Gambang Semarang dan menampilkannya dalam acara budaya maupun resmi juga patut diapresiasi.

    Budaya lokal atau khas Semarang seperti ini lah yang salah satunya akan memperkaya budaya nasional sebab budaya nasional berakar dari budaya daerah. Pengembangan dan pelestarian budaya daerah berarti juga akan mengembangkan budaya nasional untuk memperkaya khazanah budaya bangsa. Oleh karena itu tari Gambang Semarang bukan hanya di pentaskan di Semarang, tetapi juga masyarakat di Jawa Tengah. Maka jangan lupakan, budaya bangsa merupakan wajah Indonesia yang luhur, berbudi dan beradab.

    Kesenian gambang Semarang merupakan salah satu bagian dari karya kreatif masyarakat yang sebenarnya dapat menjadi sumber industri kreatif di Kota Semarang. Pertanyaannya tinggal bagaimana mengemas, menampilkan dan “menjualnya”. Dengan karya kreatif dari industri kreatif ini akan meningkatkan ketangguhan Semarang sebagai salah satu 100 resilent cities. Gambang Semarang telah membuktikan ketangguhannya menghadapi jaman dan perubahan masyarakat Semarang. Ayo jangan tinggal diam dalam membangun kota tercinta.

  • Yang Muda Bergerak Membangun Kota Semarang

    Ketahanan kota merupakan kondisi dinamis masyarakat dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik yang berasal dari dalam maupun luar kota atau yang dalam program 100 resilient cities disebut dengan guncangan dan tekanan. Guncangan adalah peristiwa atau kondisi yang terjadi tiba-tiba yang bisa melumpuhkan atau mengganggu berjalannya fungsi kota. Sedangkan Tekanan adalah peristiwa atau kondisi yang terjadi berkala atau terus menerus yang bisa melemahkan berjalannya fungsi kota. Siapkah kita menghadapi guncangan dan tekanan? Kita tidak bisa tinggal diam, suara dan langkah harus kita mulai.

    guncangan
    Daftar Guncangan dan Tekanan (dok: 100rcsemarang.org)

    Semua guncangan dan tekanan yang akan atau sudah datang dibutuhkan persiapan matang dalam menghadapinya. Persiapan meliputi kesiapan SDM atau manusia, institusi, dan sarana prasarana yang diperlukan. Namun yang perlu pertama disiapkan adalah kesadaran diri. Kesadaran diri sebagai insan warga kota Semarang yang menyiagakan diri menghadapi apapun guncangan dan tekanan. Kesiapan diri berupa mental dan pikiran dan sarana prasarana.

    Menghadapi Guncangan
    1. Banjir
    Warga kota Semarang harus menyiagakan diri menghadapi musim penghujan. Khusus warga Semarang Bawah bersiap menghadapi banjir dan kemungkinan wabah penyakit sebagai efek banjir. Sebenarnya banjir bukan hanya air kiriman dari atas atau Semarang bagian atas namun juga banjir karena pasangnya air laut atau rob. Apa persiapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi banjir:

    banjir1
    Sejumlah warga mengangkut motor dan pengendaranya dengan menggunakan gerobak, saat terjadi banjir
    di Jalan Raya Kaligawe, Semarang, Sabtu (9/2). Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang dalam
    beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan.
    (Dok gbr: antarajateng.com)

    a. Meninggikan pondasi rumah atau membuat rumah tingkat.

    Lihatlah yang telah dilakukan pemerintah kota dengan meninggikan jalan raya agar tidak terendam air secara terus terusan terutama karena banjir. Pondasi rumah juga perlu ditinggikan agar air tidak masuk ke rumah meskipun banjir. Atau membuat rumah jadi bertingkat dengan harapan lantai atas untuk meyimpan barang-barang yang dapat rusak apabila terkena air.

    b. Kerja bakti
    Kerja bakti diperlukan dalam menghadapi musim hujan dengan membersihkan sungai atau got/saluran air serta mempersiapkan kantong-kantong pasir untuk berjaga-jaga. Selain volume air yang besar pada musim penghujan, masalah sampah di sungai dan saluran air dapat menyebabkan banjir dan banjir dapat bertahan lama karena air kesulitan mengalir terhambat oleh sampah. Titik-titik jalur evakuasi nanti apabila terjadi banjir sudah harus dipersiapkan sehingga akan meminimalisir korban jiwa.

    kerja bakti
    Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat resik-resik kali di Kelurahan Kemijen,
    Semarang Timur, Jumat (8/5). (foto: Artsenta/Rakyat Jateng).

    c. Pengerukan sungai
    Pengerukan sungai terutama dengan alat berat diperlukan sebab sedimentasi di sungai di kota Semarang bisa dikatakan tinggi sebab wilayah hilir menjadi arus terakhir dari perjalanan air mengalir. Oleh karen aitu dengan pengerukan, arus air akan menjadi lancar dan daya tampung sungai diharapkan dapat menampung debit air yang besar.

    pengerukan-segdimentasi-dan-eceng-gondok_20150903_160531
    Pekerja melakukan pengerukan segdimentasi dan eceng gondok di bantaran sungai banjir kanal barat,
    Jalan Madukoro Raya, Kota Semarang, Jateng, Rabu (2/9/2015). Pengerukan segdimentasi
    dan eceng gondok yang membutuhkan waktu pengerjaan selama dua minggu ini untuk
    antisipasi masuknya musim hujan. (Dok gbr: Tribun Jateng)

    d. Penghijauan dan penataan lingkungan daerah hulu
    Daerah hulu dari sungai-sungai yang bermuara di Semarang harus mendapat perhatian dari pemerintah kota denga bekerja sama dengan pemerintah daerah yang terkait seperti pemkab Semarang dan pemprov Jawa Tengah. Sinergi ini untuk menjaga dan memperbaiki kawasan hulu sehingga dapat mencegah banjir. Apabila daerah hulu sudah rusak dan berdiri banyak bangunan rumah atau villa maka air akan langsung mengalir ke sungai secara langsung sehingga selain debit air yang besar juga arusair yang sangat cepat sehingga dapat mengakibatkan tanggul jebol dan tanah longsor.

    2. Wabah penyakit
    Wabah penyakit yang sering dihadapi khususnya pada musin hujan adalah demam berdarah. Potensi demam berdarah termasuk tinggi di Semarang. Sehingga kebersihan rumah dan lingkungan masyarakat harus diperhatikan. Fogging atau pengasapan merupakan salah satu langkah namun belum tentu efektif membunuh nyamuk, sebab biasanya nyamuk akan kebal dengan fogging. Kembali lagi kesadaran akan kebersihan lingkungan rumah dan masyarakat sangat penting dalam mencegah berjangkitnya wabah penyakit ini.

    3. Kebakaran
    Kebakaran dapat dibagi menjadi dua yaitu kebakaran bangunan rumah atau gedung dan kebakaran hutan atau semak belukar. Potensi yang tinggi di Semarang adalah yang pertama. Sebagai contoh gedung Polda Jateng terbakar karena hubungan arus pendek, Kantor Balai Kota lantai lima juga pernah terbakar. Pasar Johar juga hancur karena kebakaran.

    kebakaran polda
    Suasana Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang
    terbakar, Rabu (30/9). (Dok gbr: CNN Indonesia.com)
    Hal ini penting untuk disosialisasikan untuk pencegahan terutama masalah arus listrik. Pengecekan listrik oleh PLN dan warga sendiri sangat penting untuk pencegahan. Budayakan menggunakan listrik dengan bijak dan hati-hati.

    Menghadapi Tekanan
    1. Krisis Air Bersih
    Krisis air bersih sering dirasakan saat musim kemarau yang panjang sebab debit air di sungai yang dijadikan sumber air bersih oleh PDAM menjadi berkurang debitnya sehingga pasokan air ke rumah tangga dan kantor serta industri menjadi berkurang. Sementara sumber mata air yang dijadikan alternatif oleh warga tentunya juga berkurang debit airnya. Oleh karena itu mulailah terjadi krisis air bersih. Salah satu solusi adalah mengolah air waduk Jatibarang menjadi air bersih. Sayangnya belum ada usaha untuk ini. Apabila PDAM dapat melaksanakan pengolahan air di waduk akan menjadi alternatif yang baik dari krisis air bersih. Jangan lupa warga juga menghemat penggunaan air PAM.

    2. Banjir Rob dan Abrasi
    Banjir yang disebabkan oleh pasangnya air laut ini sangat mengganggu masyarakat di pesisir pantai sebab air banjir berwarna hitam dan dapat menyebabkan penyakit kulit seperti gatal. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rob yaitu:

    a. Perbaikan pesisir pantai dengan penanaman mangrove
    Pesisir pantai di Semarang sering mengalami abrasi dan penurunan tanah. Oleh karena itu salah satu upayanya dengan menanami pohon bakau sehingga dapat membuat hutan bakau. Hutan bakau inilah yang akan menahan abrasi dan pasang air laut dan penurunan permukaan tanah. Kesadaran menanam bakau di wilayah pesisir pantai sangat penting. Apabila sudah jadi pun dapat dimanfaatkan untuk wisata dan habitat satwa seperti burung dan ikan.

    mangrove
    Cegah abrasi, petani di Mangkang Wetan Kec. Tugu tanam mangrove 95 hektare.
    (Dok gbr: merdeka.com)

    b. Pembuatan tanggul penahan ombak
    Tanggul penahan ombak atau sabuk pantai juga perlu dipikirkan sebagai alternatif. Kita dapat belajar dari negara Belanda yang sukses dengan bangunan air dan keberhasilan mengelola wilayah pesisir laut.

    3. Stabilitas Pasokan Listrik
    Krisis energi listrik yang membayang di depan mata secara nasional disebabkan oleh tidak cukupnya pasokan listrik dalam melayani kebutuhan manusia. Oleh karena itu perlu dicari sumber listrik baru melalui pembangunan pembangkit listrik dan energi alternatif seperti matahari. Beberapa penerangan jalan raya sudah menggunakan energi surya cuma belum banyak dilakukan. Dengan telah dibangunnya waduk Jatibarang tentunya dapat memasok listrik yang besar yang dapat dimanfaatkan oleh warga kota Semarang. Tidak lupa kesadaran menggunakan listrik dengan hemat dan bijak juga perlu diteruskan dan dikembangkan.

    jatibarang
    Bendungan atau waduk Jatibarang menyimpan potensi energi listrik PLTA
    (Dok gbr: yasiryafiat.wordpress.com)

    4. Kemacetan
    Kemacetan sudah banyak mendera kota-kota besar di Indonesia. Namun di Semarang tengah diupayakan cara mengatasinya antara lain dengan pelebaran jalan dan pembuatan underpass dan fly over seperti pelebaran jalan utama di Ngalian, Fly over Kalibanteng, dan pembuatan underpass Jatingaleh. Semua pekerjaan solusi fisik kemacetan sebenarnya menjadi tidak banyak berarti apabila tidak dibarengi dengan kesadaran warga dalam berlalu lintas. Kesadaran berlalu lintas penting sebab selain kemacetan karena volume kendaraan yang banyak di jalan raya juga disebabkan oleh oknum warga yang tidak sabar di jalan raya seperti menerobos traffic light, melebihi marka jalan, kebut kebutan, tidak mau antri atau nunggu ketika arus lalu lintas padat, dan sebagainya.

    Jatingaleh-Macet
    Pada jam-jam tertentu mengalami kemacetan parah. Kemacetan terjadi mulai tanjakan Gombel
    hingga traffic light Kaliwiru. Selain tingginya volume kendaraan juga lantaran kendaraan roda empat
    yang keluar-masuk tol di depan Pasar Jatingaleh. Dok gbr: radarpekalongan.com)

    5. Pencemaran
    Pencemaran dapat disebabkan oleh limbah industri maupun rumah tangga. Industri dan hotel yang ada di Semarang tentunya sudah memiliki instalasi pengolahan limbah. Namun yang harus dipantau adalah jangan sampai membuang limbah ke sungai atau tempat yang tidak semestinya. Pembuangan limbah ke sungai akan menyebabkan pencemaran dan sebagai wilayah hilir maka warga kota bagian bawah atau pesisir akan merasakannya. Pencemaran udara melalui asap pabrik dan knalpot kendaraan menyebabkan indeks kualitas udara menurun.

    pencemaran
    Pencemaran di sebuah sungai di Semarang. Dok gbr: nawasis.com)

    Kesadaran warga bagaimana untuk mengatasi pencemaran:

    a. Hindari membuang sampah sembarangan.
    Mulailah memilah sampah sejak dari rumah seperti memisahkan sampah organis dan an organik. Berusahalah memiliki tempat pengolahan sampah organik yang dapat dijadikan pupuk. Sampah plastik atau an organik dapat dijual. Kesadaran warga akan pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah akan menekan angka pencemaran di kota Semarang.

    b. Gunakan kendaraan bermotor dengan bijak
    Pasanglah mesin dan knalpot sesuai standar pada mobil atau motor sehingga asap yang keluar di dalam batas normal. Cobalah mulai beralih atau menggunakan sepeda ontel atau sepatu roda atau berjalan kaki sehingga tercipta pola kebiasaan yang sehat. Ingatlah pabila kita menaiki kendaraan bermotor maka yang terkena asapnya adalah orang lain bukanya kita yang menggunakannya, sehingga perlu kesadaran diri dan tenggang rasa. Kaum muda sebagai pengguna terbanyak motor dan mobil harus memelopori kesadaran ini sehingga generasi berikutnya juga akan malu apabila membuat pencemaran.

    c. Mulailah menggunakan energi alternatif yang ramah lingkungan
    Penggunaan energi surya, angin dan alternatif lainnya sangat mendukung gerakan ramah lingkungan. Konversi dari minyak tanah ke gas atau LPG / LNG juga sangat bagus dampaknya bagi lingkungan karena berkurangnya pencemaran oleh asap.

    Guncangan dan tekanan harus kita atasi dengan upaya persiapan yang baik yang meliputi pencegahan atau antisipasi kejadian. Ibarat sebuah kapal yang berlayar di lautan, guncangan dan tekanan adalah ombak besar yang menerpa sebuah kapal besar bernama Semarang di lautan. Apabila mampu mengatasi ombak besar tersebut maka Semarang menjadi tangguh. Kesadaran warga terutama para pemuda sangat penting untuk mengatasi guncangan dan tekanan sebab kaum muda nantinya yang akan menentukan nasib kota ini. Ditangan pemuda yang baik dan kompeten kota Semarang akan menjadi tangguh dan lebih baik. Benteng ketahanan Kota Semarang untuk masa depan berada di pundak para pemuda Semarang. Semoga dengan menjadi bagian dari 100 resilient cities, Kota Semarang semakin tangguh dan berbudaya. Ayo melangkah ….. jangan hanya diam.