• Menolak Diam untuk Mendidik menuju Generasi Emas

    Apabila siswa memenangi olimpiade fisika misalnya, maka guru fisika menjadi orang yang bisa dikatakan paling berjasa. Apabila siswa memenangi lomba pidato bahasa Inggris misalnya, maka guru bahasa Inggris akan menjadi guru yang paling berjasa. Demikian juga ketika siswa memenangi lomba atletik, maka guru olahraga menjadi yang paling berjasa. Namun apabila ada siswa yang tawuran siapa yang bertanggung jawab? Pejabat negara yang korupsi, apakah dulu gurunya saat di sekolah ikut bertanggung jawab (secara moral)? Ayoo, jangan tinggal diam, wujudkan langkah membangun pendidikan negeri kita. [Read More…]

  • Bakti untuk Negeri

    Nusantara, merupakan sebutan terhadap wilayah kepulauan negara Indonesia yang berarti diantara pulau-pulau. Istilah yang dipopulerkan oleh Gajah Mada pada jaman Majapahit. Sebagai satu kesatuan Nusantara, maka diperlukan manajemen yang baik dalam menyikapi luasnya wilayah dan beraneka ragamnya perbedaaan. Selain itu sosialisasi nilai-nilai Pancasila sebagai nilai dasar atau nilai fundamental diperlukan agar kita dapat terus up to date.

    Nilai persatuan ini dapat diwujudkan dengan partisipasi segenap rakyat dalam mengisi kemerdekaan yang telah berusia 69 tahun ini. Juga menjaga dan merawat NKRI seagai titipan dari para pejuang pahlawan kita. Negara ini dilahirkan dengan keringat, air mata dan darah yang tumpah ke pangkuan ibu pertiwi. Maka sudah seharusnya kita berbuat yang terbaik bagi negeri ini.

    Tantangan untuk mewujudkan pergaulan yang berbhinneka tunggal ika memang banyak karena kita hidup dalam pluralitas masyarakat. Pluralitas ini tidak dapat kita tolak karen asudah takdir atau given. Toleransi dan pengendalian diri merupakan sikap dan perilaku yang sangat sesuai bagi pergaulan yang beraneka ragam latar belakang budaya, agama, bahasa, adat, dsb.

    Kita dituntut berperan serta mewujudkan persatuan dan kedamaian berdasarkan nilai-nilai Pancasila menurut profesi kita masing-masing. Bakti untuk negeri membutuhkan partisipasi langsung, bukanlah diam. Berikut adalah salah satu contoh gerakan mewujudkan kesehatan yang baik bagi rakyat oleh Pencerah Nusantara.  

    Pencerah Nusantara, Apakah itu? (dok: www.youtube.com)

    Berdasarkan hal-hal di atas, dapat disimpulkan bahwa kelanjutan Nusantara atau nasib Indonesia berada ditangan kita sendiri sebagai bangsa dan rakyat. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak video berikut tentang Nasib Bangsa Indonesia berada di tangan kita sendiri.

     Nasib Bangsa Indonesia ditangan Kita Sendiri oleh Sweet Luvianto (dok: www.youtube.com)
  • Belajar Kebudayaan Menuju Indonesia Beradab dalam AEC 2015

    Komunitas ASEAN 2015 atau ASEAN Economic Community merupakan hasil Kesepakatan Bali Concord II dalam KTT ASEAN ke 9 di Bali tanggal 7 Oktober 2003. Komunitas ASEAN 2015 merupakan integrasi masyarakat regional negara-negara anggota ASEAN dalam satu wadah bersama yang bersifat dinamis dan berperadaban yang akan dibentuk tahun 2015.

    Komunitas ASEAN 2015 merupakan gabungan bangsa-bangsa di Asia Tenggara yang berpandangan ke depan, hidup dalam damai, stabil dan makmur, terikat dalam kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan komunitas yang peduli. Komunitas ASEAN 2015 dibentuk dengan 3 pilar utama yaitu Komunitas ASEAN Political-Security Community, ASEAN Economic Community dan ASEAN Socio-Culture Community baik dalam skala regional maupun global. Komunitas Politik-Keamanan ASEAN dibentuk dengan latar belakang merebaknya kejahatan lintas negara antara lain terorisme, perdagangan manusia, narkoba; masalah lingkungan hidup, meningkatnya situasi persaingan diantara negara-negara besar, isu persenjataan nuklir.

    AEC 2015 (dok: sindonews.com)

    Sedangkan Komunitas Sosial Budaya ASEAN mencita-citakan kawasan Asia Tenggara yang terikat dalam suatu kemitraan sebagai sebuah komunitas masyarakat yang saling peduli dengan berorientasi pada rakyat dengan prinsip:

    • 1. Mengelola dampak-dampak sosial dari integrasi ekonomi melalui pembentukan masyarakat yang lebih peduli dan berbagi.
    • 2. Meningkatkan pelestarian lingkungan hidup (enhancing environmental sustainability).
    • 3. Memperkuat identitas dan solidaritas regional ASEAN menuju terwujudnya Komunitas ASEAN 2015.
    • 4. Menghormati perbedaan budaya, bahasa dan agama yang ada di ASEAN namun tetap memupuk berbagai kesamaan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika (unity in diversity).

    [Read More…]

  • Belajar Berbhinneka Bersama Keluarga Pak Herman

    Sore itu, hari Jum’at tanggal 21 Agustus 2015, tepatnya pukul 15.00 WIB, kami – Salma dan Novisa, serta keduabelas teman kami, telah berkumpul di halaman SMA Negeri 5 Semarang untuk berangkat kerumah induk semang untuk melaksanakan kegiatan Live In Kebhinnekaan yang dipelopori oleh guru PPKn kami, Bapak Rochimudin. Kami berdua ditempatkan di rumah Bapak Herman yang merupakan guru Pendidikan Agama Katolik di SMA 5 dan SMA 2 Semarang.

    [Read More…]